gak tau harus mulai dari mana... tapi detik ini aku merasa makin kecil dan kecil, sampai rasanya aku ingin menghilang dari kehidupan.
pertanyaan terbesarku saat ini adalah kenapa aku gak bisa ngebahagiain orang tuaku seperti aku membahagiakan orang lain di sekitarku? durhaka banget rasanya... tapi ya gitu... aku gak bisa ngomong sejujurnya perasaanku saat aku berhadapan sama orang tuaku.
dan kenapa juga akhirnya bisa begini. ngomong gak bisa dengan cool dan harus ada air mata di dalamnya.
sejenak aku merasa aku lebih suka gak dianggap anak, ditendang, diusir dari rumah dari pada harus ditangisi...
feel so gloomy right now...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
aku merasa jadi produk gagal yang gak layak untuk dipajang. harusnya aku gak pulang...
dulu, ketika aku masih tinggal satu rumah sekalipun sama orang tuaku. aku gak pernah bisa jujur. orang tuaku kakakku selalu misunderstand dengan kehadirianku. aku juga gak pernah mencoba untuk dimengerti. dan aku emang selalu merasa gak ada yang mengerti aku di rumah... aku selalu memakai topeng yang seharusnya aku kenakan ketika aku bertemu dengan orang2 baru. di rumah aku selalu gak mau jujur mauku apa. kalau sedih atau marah aku selalu mengurung diri di kamar, dengerin mp3 nonton video, atau apapun yang membuat aku seolah2 gak mau tau, cuek, dsb. mungkin mereka gak pernah tau kalau aku menangis dalam tawaku. selalu begitu. konsep keluarga yang aku dapatkan malah bukan di tengah2 keluargaku, tapi malah ketika aku keluar dari rumah bertemu sama teman2ku dan aku malah bisa terbuka dengan mereka.
aku butuh psikiater. kayak salah jurusan deh di sastra jepang. harusnya masuk psikologi aja, biar sekalian berawat jalan. entah apa yang terjadi seandainya aku jujur tentang keadaanku sebenarnya sama orang tuaku. aku putri mereka satu2nya bukan seperti yang mereka harapkan. atau mereka sudah tidak punya harapan lagi padaku. mungkin iya. kan aku produk gagal.